InSo

Dunia Serukan Toleransi

In Barat, Islam, Kliping, Toleransi on November 15, 2008 at 5:06 am
Dialog Antaragama Munculkan Perbedaan Barat-Islam
Jumat, 14 November 2008 | 03:00 WIB

Suasana dalam pertemuan para pemimpin dunia yang membahas kerja sama dan dialog antaragama di Markas Besar PBB di New York, Rabu (12/11). Dialog selama dua hari hingga Kamis kemarin, yang diprakarsai Raja Abdullah bin Abdul Aziz dari Arab Saudi, ini juga menghadirkan Presiden Israel Shimon Peres. Para pemimpin dunia menyerukan perlunya toleransi antaragama.

Suasana dalam pertemuan para pemimpin dunia yang membahas kerja sama dan dialog antaragama di Markas Besar PBB di New York, Rabu (12/11). Dialog selama dua hari hingga Kamis kemarin, yang diprakarsai Raja Abdullah bin Abdul Aziz dari Arab Saudi, ini juga menghadirkan Presiden Israel Shimon Peres. Para pemimpin dunia menyerukan perlunya toleransi antaragama.

New York, Rabu – Para pemimpin dunia, Rabu (12/11) di Markas Besar PBB New York, menyerukan dijunjung tingginya toleransi beragama. Meski para wakil dari 80 negara peserta dialog antaragama itu mendukung toleransi, perbedaan tajam antara Barat dan dunia Islam masih tetap mengemuka dan belum terselesaikan.

Sejalan dengan seruan toleransi antaragama itu, para pemimpin dunia, tokoh-tokoh agama, serta diplomat-diplomat senior juga mengecam keras ekstremisme dan terorisme.

Raja Abdullah bin Abdul Aziz dari Arab Saudi, yang menjadi pemrakarsa pertemuan tersebut, dalam sambutan pembukaannya bahkan menyerukan saling pemahaman yang lebih besar di Timur Tengah dan segera diwujudkannya ”perdamaian dan harmoni”. Disampaikan bahwa perbedaan agama dan budaya di kawasan itu telah ”menyuburkan ketidaktoleranan, menyebabkan perang-perang yang menghancurkan, dan pertumpahan darah yang memakan banyak korban.

Sekitar 20 kepala negara atau pemerintahan akan berbicara pada dialog dua hari tersebut, termasuk Presiden AS George W Bush yang akan berbicara pada Kamis waktu setempat.

Meski dimaksudkan untuk menumbuhkan saling pengertian dan toleransi, hari pertama dialog tersebut pada kenyataannya diisi sejumlah kritik pedas terhadap Barat. Presiden Majelis Umum PBB Migel d’Escoto Brockmann mengungkapkan ”ketamakan yang ditumbuhsuburkan” di Barat. Sementara Raja Abdullah II dari Jordania mengkritik kebijakan Barat di mana ketidakpedulian telah menempatkan Islam dalam ”ketidakadilan”.

”Jutaan orang, khususnya orang-orang muda, mempertanyakan apakah Barat sungguh- sungguh ketika mengatakan mengenai kesetaraan, hormat- menghormati, dan keadilan universal. Sementara para ekstremis—Muslim, Kristen, ataupun Yahudi—diombang-ambing dalam keragu-raguan dan perpecahan,” katanya.

Raja Abdullah II dan para pemimpin Muslim lainnya melihat ketidaktoleranan dan penyamarataan terhadap Islam sebagai masalah, sedangkan wakil-wakil Barat lebih menaruh perhatian pada ketiadaan kebebasan individu di dunia Islam.

Suara Barat yang disampaikan wakil-wakil Perancis dan Denmark menegaskan pentingnya kebebasan individu sebagai dasar kehidupan di negara-negara Barat. Kebebasan individu itu diwujudkan dalam kebebasan berbicara dan mengakui kebebasan tanpa batas dalam beragama dengan berbagai bentuknya.

Langkah awal

Di Washington, Juru Bicara Gedung Putih Dana Perino mengatakan, Bush meyakini bahwa Raja Arab Saudi telah mengetahui bahwa jalan panjang masih harus dilalui dan dia berusaha membuat beberapa langkah untuk sampai ke sana.

Masalah kebebasan beragama sangat sensitif mengingat Raja Abdullah dari Saudi sebagai sponsor utama pertemuan itu tidak mengizinkan agama atau aliran politik lain di kerajaannya yang kaya minyak.

Berusaha tampil netral, Presiden Israel Shimon Peres menyambut baik inisiatif raja Saudi itu sebagai sesuatu yang di luar perkiraan, dengan menyampaikan bahwa hal seperti ini tidak mungkin terjadi satu dekade lalu. ”Apa yang kita saksikan hari ini merupakan sebuah awal baru. Apa yang ditunjukkan pada hari ini adalah kemauan. Sekarang kita punya pekerjaan untuk mencapainya,” ujarnya. (AFP/BBC/OKI)

Berikan komentar tulisan di atas berkenaan dengan toleransi kerukunan umat beragama :
diskusikan di http://groups.google.com/group/integrasisosial dan untuk berlangganan kirimkan email kosong anda integrasisosial@googlegroups.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: